![]() |
| Apel peringatan Hari Santri pertama di Pondok Pesantren Al-Khoirot, 22 Oktober 2016. (Foto: Farzanesfandiar / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0) |
Setiap tanggal 22 Oktober, ribuan santri di seluruh Indonesia merayakan Hari Santri Nasional. Tapi tahukah kamu, hari peringatan ini baru resmi ditetapkan satu dekade lalu, dan tanggalnya dipilih bukan secara acak? Berikut fakta-fakta menarik tentang Hari Santri yang jarang diketahui.
1. Baru Resmi Ditetapkan pada 2015
Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015. Artinya, pada 2026 ini Hari Santri baru merayakan peringatan ke-11. Sebelum resmi menjadi hari nasional, para santri dan kalangan pesantren telah lama memperingati 22 Oktober sebagai hari bersejarah mereka sendiri.
2. Tanggal 22 Oktober Merujuk pada Resolusi Jihad 1945
Tanggal ini dipilih untuk mengenang Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy'ari — pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus kakek Gus Dur — pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menyerukan bahwa membela tanah air dari penjajah adalah wajib hukumnya (fardhu 'ain) bagi setiap muslim yang berada dalam radius 94 kilometer dari pusat pertempuran. Seruan inilah yang membakar semangat arek-arek Surabaya dan berujung pada Pertempuran 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
3. Santri Turun Langsung ke Medan Perang
Resolusi Jihad bukan sekadar seruan di atas kertas. Para santri dan kiai membentuk laskar-laskar perjuangan seperti Hizbullah dan Sabilillah yang ikut bertempur mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asy'ari sendiri kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, bukti nyata peran pesantren dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
4. Indonesia Punya Hampir 40 Ribu Pondok Pesantren
Menurut data Kementerian Agama, Indonesia memiliki hampir 40 ribu pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai sekitar 5 juta jiwa yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jaringan pendidikan pesantren terbesar di dunia — sebuah warisan pendidikan Islam yang sudah berjalan ratusan tahun.
5. Pesantren Tertua Berusia Lebih dari 280 Tahun
Salah satu pesantren tertua di Indonesia adalah Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, yang berdiri pada 1745 — jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sebelum Sumpah Pemuda. Usianya yang lebih dari 280 tahun membuktikan pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang masih bertahan di Nusantara.
6. Kitab Kuning, Sorogan, dan Bandongan
Sistem belajar di pesantren punya ciri khas yang tidak ditemukan di sekolah umum. Para santri mempelajari kitab kuning — kitab klasik berbahasa Arab tanpa harakat — dengan metode sorogan (santri membaca kitab satu per satu di hadapan kiai) dan bandongan (kiai membacakan kitab dan santri menyimak sambil memberi makna). Tradisi ini sudah berlangsung berabad-abad dan melahirkan ulama-ulama besar Nusantara.
7. Ada yang Namanya "Santri Kalong"
Tidak semua santri tinggal di asrama pesantren. Ada istilah "santri kalong" untuk santri yang pulang-pergi: belajar di pesantren pada siang atau malam hari, tetapi tidur di rumah sendiri. Istilah "kalong" (kelelawar) dipakai karena mereka datang dan pergi seperti kelelawar — hadir saat dibutuhkan, lalu pulang ke sarangnya.
8. Setiap Tahun Punya Tema dan Logo Resmi
Seperti hari besar nasional lainnya, peringatan Hari Santri setiap tahun mengusung tema dan logo resmi yang dirilis Kementerian Agama. Tema-tema ini biasanya menekankan peran santri dalam menjaga persatuan, merawat perdamaian, dan berkontribusi membangun bangsa di era modern.
9. Cara Santri Memperingati Hari Santri
Peringatan Hari Santri di berbagai daerah biasanya diisi dengan apel akbar santri, istighosah kubro, pembacaan naskah Resolusi Jihad, doa bersama, hingga kirab dan festival budaya pesantren. Tidak jarang santri juga menggelar aksi sosial seperti donor darah, bakti sosial, dan penghijauan. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan wajah santri masa kini: religius, nasionalis, dan peduli sesama — jauh dari stereotip kuno yang melekat pada dunia pesantren.
Kesimpulan
Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan — ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan juga oleh para santri dan kiai dari bilik-bilik pesantren. Dari Resolusi Jihad 1945 hingga hampir 40 ribu pesantren yang berdiri hari ini, jejak santri terukir dalam dalam sejarah bangsa. Selamat Hari Santri Nasional!
FAQ tentang Hari Santri
Kapan Hari Santri Nasional ditetapkan?
Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.
Mengapa diperingati setiap 22 Oktober?
Tanggal 22 Oktober dipilih untuk mengenang Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, yang menjadi pemicu semangat Pertempuran Surabaya.
Apakah Hari Santri merupakan hari libur nasional?
Hari Santri adalah hari peringatan nasional, namun tidak termasuk hari libur nasional — aktivitas sekolah dan perkantoran tetap berjalan seperti biasa.
Apa perbedaan santri dan pesantren?
Pesantren adalah lembaga pendidikannya, sedangkan santri adalah para murid atau pelajar yang menimba ilmu di pesantren tersebut.

Komentar
Posting Komentar